Pages

Senin, 25 April 2011

Tahun 2020, Separuh Wilayah Jakarta Berada di Bawah Laut

Rank News : Jakarta Coastal Defence Strategy (JCDS), dalam penelitian konsorsiumnya di ketahui sebanyak 40 persen wilayah Jakarta berada di bawah permukaan laut, dan di perkirakan hingga sekitar 10 mendatang wilayah yang berada di bawah permukaan laut akan bertambah menjadi 50 persen. Penelitian ini di ambil pada tahun 2010 dan di lakukan untuk study persiapan pembuatan tanggul raksasa di sekitar pantai utara jakarta. Hasil penelitian itu juga menyebutkan, penurunan tanah atau land subsidence di Jakarta terjadi sejak tahun 1974 dan akan terus terjadi. Kondisi ini diperburuk dengan meningkatnya permukaan air laut akibat pemanasan global (global warming). Data yang diambil tahun 2010 itu disebutkan, berdasarkan data secara kuantitatif land subsidence di Jakarta, sejak 1974-2010 ditemukan fakta telah terjadi penurunan muka tanah hingga 4,1 meter.  Itu terjadi di wilayah Muara Baru, Cilincing, Jakarta Utara. Sejumlah wilayah lainnya seperti di Cengkareng Barat juga mengalami penurunan 2,5 meter. Lalu Daan Mogot 1,97 meter, Ancol 1,88 meter (titik pantau di area wisata Ancol), Cempaka Mas 1,5 meter, Cikini 0,80 meter dan Cibubur 0,25 meter.
Data juga menyebutkan, sejak 1974-1982 land subsidence belum terjadi secara signifikan seperti saat ini, karena penggunaan air tanah tidak tinggi dan bangunan juga masih sedikit. Sedangkan mulai 1982-1991, tanah Jakarta mulai mengalami penurunan, dan pada 1991-2010 kondisi itu makin meluas.

Penurunan muka tanah ini juga terjadi karena penyedotan air bawah tanah untuk kepentingan rumah tangga dan industri. Makin turunnya permukaan tanah, maka air laut akan lebih mudah masuk.Langkah sementara untuk mengatasinya adalah membangunan tanggul laut meski masih seporadis. Tanggul itu antara lain berada di Muara Angke, Muara Karang, Pluit, Luar Batang, Cilincing, Marunda dan Martadinata di bagian Pantai Utara Jakarta pada tahun 2008 dan 2009.

Tanggul beton maupun tanggul batu kali yang dibangun panjangnya kurang lebih 3.000 meter dengan ketinggian yang bervariasi antara 1 sampai dengan 3 meter di atas permukaan tanah.

Namun menurut Fauzi Bowo, tanggul yang ada saat ini ada belum memadai. Diprediksi, dalam 5 sampai 10 tahun ke depan, DKI harus memiliki sistem penanggulan terbaru. Apalagi sistem yang saat ini digunakan sudah tidak bisa diterapkan.

Tanggul ini nantinya, kata Fauzi Bowo, memakai sistem polder atau penampungan air. Harus dibangun lebih ke depan ke arah laut yang menghubungkan pulau terdekat di Teluk Jakarta. Sistem ini telah diterapkan di Belanda dan New Orleans, Amerika Serikat.

"Meski air laut tinggi, tetapi kawasan di bawah permukaan air laut tetap kering karena ada tanggul raksasa yang akan memompa air ke laut," katanya.

Dengan adanya tanggul yang nanti akan di buat di harapkan agar wilayah yang berada di bawah ketinggian air laut agar tetap kering eperti biasa, sehingga mayarakat tidak perlu lagi khawatir dengan banjir yang akan melanda daerah tersebut.

Sumber : vivanews.com


Rank News

1 komentar:

MY TESTIMONY FROM A LEGITIMATE MONEY LENDER


Hello Everybody,
My name is Mrs.Irene Azlin. I live in Malaysia and i am a happy woman today? and i told my self that any lender that rescue my family from our poor situation, i will refer any person that is looking for loan to him, he gave me happiness to me and my family, i was in need of a loan of $70,000.00 to start my life all over as i am a single mother with 4 kids I met this honest and GOD fearing man loan lender that help me with a loan of$70,000.00. Dollar, he is a GOD fearing man, if you are in need of loan and you will pay back the loan please contact him tell him that is Mrs.Irene Azlin, that refer you to him. contact DR KELLY WILLIAMS,via email:(kellywilliawsfinancial@gmail.com) Thank you.

Posting Komentar